Rabu, 22 April 2020

Fanatisme Tentang Rasa Yang Membutakan Mata

Dalam dunia sepakbola khususnya supporter mungkin saya bukan siapa-siapa, saya hanya seorang penikmat sepakbola(sekarang), Ya sekarang. Setelah saya sadar tentang apa itu Fanatisme.

Gambaran Fanatisme

Beberapa hari lalu seorang pengamat mengeluarkan statement tentang kebobrokan sepakbola Indonesia, statement tersebut mengundang kontroversi. Bagi seseorang yang fanatik tentu mereka akan membantahnya dan bertanya soal bukti, karna mereka selalu merasa klub kebanggaanya paling hebat, paling bersih dan paling suci.

Sebenarnya bukti itu sudah jelas dan bisa kita lihat. Seperti kebobrokan yang baru saja terjadi pada Final Piala Gubernur Jatim yang mempertemukan tuan rumah Persebaya melawan Persija.


Kesimpulan

Pada pertandingan yang dimenangkan Persebaya tersebut harus diakui kepemimpinan wasit yang cenderung berat sebelah. Mungkin bagi supporter Persebaya itu bukanlah hal penting karna pada akhirnya mereka berhasil menang dan menjadi juara. Tetapi bagi supporter Persija, selama 3 hari kedepan mereka akan terus memperbincangkan mengenai kinerja wasit di pertandingan itu.

Kesimpulannya bahwa seorang yang memiliki rasa fanatisme akan menutup mata tentang kecurangan dan kebobrokan saat klub kebanggaanya berhasil menang atau juara, sedangkan saat klub kebanggaanya kalah mereka akan mulai membahas soal kecurangan, kebobrokan dan terus mencari kesalahan orang lain, seolah klub kebanggaan merekalah yg lebih layak menang atau menjadi juara.


Lalu Apa Itu Fanatisme?

Ya, Fanatisme adalah perilaku yang menunjukan rasa ketertarikan secara berlebih, seseorang yang memiliki rasa fanatisme pada suatu hal akan merasa paling benar, tidak mau mendengarkan opini atau ide yang dianggapnya bertentangan.

Penutup

Pada akhirnya saya hanya tersenyum apabila mengingat kebodohan saya dimasa lalu. Saat mata saya bisa melihat, tetapi hati saya menolak untuk membenarkan apa yang saya lihat. Saat saya melihat dengan mata kecurangan dalam pertandingan sepakbola, tetapi fanatisme memerintah hati saya untuk menolak apa yang saya lihat sebagai sebuah kecurangan. Ya, kebodohan saya dimasa lalu itu bernama FANATISME.

Jangan lupa LIKE & BAGIKAN apabila artikel ini bermanfaat.


Artikel ini saya buat berdasarkan apa yang saya lihat dan pelajari tanpa menyudutkan pihak manapun.